FAQ

APA ITU SPAYLATER?

SPayLater adalah produk P2P ( peer to peer) PT Lentera Dana Nusantara (LDN) yang menyediakan pinjaman untuk memudahkan Peminjam membeli produk tanpa perlu langsung membayar di platform e-commerce Shopee.

APA SYARAT & KETENTUAN MENJADI PEMBERI PINJAMAN SPAYLATER?

  1. Kamu dapat memberikan pinjaman sebagai perorangan ataupun perusahaan.
  2. Pemberi Pinjaman mendapatkan kembali dananya berupa pokok & bunga sesuai dengan jenis pinjaman yang didanai.
  3. Hanya Pemberi Pinjaman yang melewati / lulus dari sistem penilaian kami yang akan mendapatkan akses untuk mendanai pinjaman SPayLater.

BAGAIMANA CARA MENDAFTAR SEBAGAI PEMBERI PINJAMAN SPAYLATER?

  1. Kamu dapat melakukan registrasi dengan mengklik menu "Pemberi Pinjaman" dan memilih “Daftar Sekarang”.
  2. Kamu harus mengisi formulir tersebut dengan benar sesuai dengan identitas diri yang terdapat di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pastikan nama kamu sama dengan nama pada rekening bank.
  3. Setelah mengisi data diri, kamu diharuskan membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan sebagai pemberi pinjaman.
  4. Setelah registrasi kamu disetujui, kamu dapat login menggunakan nomor telepon dan password.

BAGAIMANA CARA MENDANAI PINJAMAN SPAYLATER?

Setelah login, kamu dapat melihat “Daftar Peminjam”. Pilihlah Peminjam Shopee yang sesuai dengan profil risiko yang kamu inginkan. Setelah itu kamu dapat menyetor dana melalui Virtual Account.

STATISTIK SPAYLATER

Kamu dapat melihat statistik SPayLater di sini

DISCLAIMER

Untuk diperhatikan:
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan dan hubungan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial serta dapat menjadi alat bukti hukum yang sah menurut peraturan mengenai informasi dan transaksi elektronik dalam proses penyelesaian sengketa dan penegakan hukum.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman. Keputusan Pengguna untuk memanfaatkan layanan merupakan suatu wujud dan bukti pemahaman atas informasi ini.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui Rekening Escrow dan Rekening Virtual sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.