Anda Diminta Mencairkan Limit Pindar untuk Keperluan Pajak atau Pembaruan Data? Waspada Penipuan!

Anda Diminta Mencairkan Limit Pindar untuk Keperluan Pajak atau Pembaruan Data? Waspada Penipuan!

Maraknya kejahatan siber menuntut kita untuk semakin waspada, terutama saat menerima pesan atau telepon yang mengatasnamakan instansi resmi, misalnya petugas pajak atau petugas pencatatan sipil. Modus-modus ini kerap menjerat korban dengan memanfaatkan celah ketidaktahuan pengguna mengenai layanan digital.

Salah satu modus yang kini marak dilakukan adalah menghubungi korban melalui telepon atau pesan singkat, kemudian meminta korban mencairkan pinjaman daring (pindar) dan mentransfer dana sebagai biaya administrasi, pembayaran tunggakan pajak, maupun alasan lainnya yang terdengar penting dan harus segera dilakukan.

Kenali Modus Penipuan Baru

Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya, mari kita pelajari terlebih dahulu dua jenis modus penipuan tersebut:

1. Modus Tagihan Pajak Fiktif

Scammer menghubungi korban dan mengaku sebagai petugas pajak, kemudian menyampaikan informasi yang terkesan mengkhawatirkan seperti tunggakan pajak yang harus segera diselesaikan. Biasanya, scammer berusaha meyakinkan Anda dengan menyebutkan beberapa informasi yang mungkin didapatkan dari media sosial Anda atau sumber terbuka lainnya.

Anda kemudian diminta untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening pribadi scammer, atau diminta mencairkan limit pindar terlebih dahulu agar dapat ‘melunasi’ tunggakan tersebut. Modus ini biasanya disertai tekanan psikologis, seperti ancaman pelaporan hukum atau denda tambahan jika tidak segera membayar.

2. Modus Aktivasi Identitas Digital Palsu

Modus lain yang juga penting diwaspadai adalah penipuan dengan dalih aktivasi identitas kependudukan digital. Scammer mengaku sebagai petugas pencatatan sipil dan menawarkan aktivasi identitas digital sebagai bagian dari kewajiban administrasi.

Anda biasanya diminta mencairkan limit pindar, lalu mentransfer dana pinjaman ke rekening pribadi scammer sebagai biaya aktivasi, jaminan, atau syarat administrasi lainnya. Padahal, tidak ada prosedur resmi yang mewajibkan pencairan pinjaman pribadi untuk layanan seperti ini.

Langkah Cepat untuk Terhindar dari Penipuan

Jika Anda menghadapi situasi di atas, jangan ikuti instruksi apa pun. Sebaliknya, lakukan langkah-langkah berikut ini untuk menghindari penipuan: 

1. Blokir Nomor Telepon
Segera hentikan komunikasi dengan pihak yang mengatasnamakan instansi resmi tersebut, kemudian blokir nomor teleponnya.

2. Laporkan ke Kanal Resmi
Anda juga disarankan untuk melaporkan nomor telepon scammer ke aduannomor.id. Selain itu, laporkan juga nomor rekening yang diduga milik scammer ke cekrekening.id.

3. Verifikasi ke Customer Service (CS) Resmi

Anda juga bisa melakukan verifikasi dengan menghubungi CS resmi dari pihak-pihak yang diatasnamakan, termasuk layanan pindar dimana Anda diminta untuk mencairkan pinjaman.

Perlu diingat, lembaga resmi tidak akan meminta data pribadi sensitif seperti kode OTP (One-Time Password), PIN, atau kata sandi akun Anda. Apalagi, mengarahkan Anda untuk mentransfer dana ke rekening atas nama perorangan/pribadi.

Artikel Rekomendasi